Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

andard
Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.
Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram

Sebelum melakukan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.
Untuk mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram di dataran rendah dapat dilakukan dengan modifikasi terhadap bahan media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Dalam usaha skala kecil, eksperimen dalam menentukan takaran bahan media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh takaran yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini karena kayu keras banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapatkan serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.
Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk mengganti serbuk kayu adalah berbagai macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, berdasarkan pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk digunakan tetap serbuk gergaji kayu.
Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika memakai bahan yang sudah lama dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien karena bisa memangkas biaya dan cenderung mudah dicari karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur dapat menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menyebabkan pH media menjadi rendah.
Wadah yang digunakan untuk meletakkan campuran media adalah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai adalah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan

Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan oven selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua bahan tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium. Air yang digunakan harus air bersih untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar agar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Jadi pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian bagian atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog

Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.
Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN JAMUR TIRAM

Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.
Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan dapat berbeda-beda.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM

Ulat

Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.
Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh sebab itu, hama ulat sering dijumpai ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.
Pangkal jamur yang tertinggal di baglog saat pemanenan dapat menimbulkan binatang kecil seperti kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi karena jamur tidak muncul keluar sehingga luput saat pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.
Ulat bisa saja muncul karena rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.
Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)

Secara mekanis hama semut dan laba-laba dapat diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kimia hama tersebut dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida jika serangan tidak parah karena produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan jika pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, dapat memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada mulut baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

TUMBUHNYA CENDAWAN ATAU JAMUR LAIN

Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang
Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

PANEN DAN PASCA PANEN

Pemanenan merupakan kegiatan budidaya yang selalu dinantikan oleh pelaku usaha. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram

Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 4o hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram

Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran

Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian bagian tubuh buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pencucian dan pemisahan ini penting untuk dilakukan karena bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada bagian pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada tubuh buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram berdasarkan bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen saat dipasarkan.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram

Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan lama untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya dapat mempertahankan kesegaran jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh karena itu, agar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu lama dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin. 

sumber:
https://penjagagunung.wordpress.com/2013/05/30/teknik-dan-cara-budidaya-jamur-tiram/

Senin, 22 Juni 2015

Budidaya Jamur merang

    Hasil gambar untuk jamur merang media kardus


    Budidaya Jamur merang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita karena tumbuhan ini sering disajikan dalam menu menu makanan kelas menengah atas,walau sebenarnya kuliner berbahan jamur merang ini juga digemarinya namun hanya beberapa saja yang menyediakan menu andalan ini.

    Jamur merang memiliki nama latin Volvariella Volvacea ini disebut dengan nama jamur merang karena pada jaman dahulu banyak sekali ditemukan tumbuh diatas sisa sekam padi hasil penggilingan,yang kemudian dicoba untuk dijadikan bahan makanan. Karena rasanya yang enak,kenyal serta bernilai nutrisi tinggi inilah yang kemudian banyak orang membudidayakan jamur merang .

    Seiring bergantinya waktu dan tehnik budidaya,jamur merang ini tidak hanya dapat ditanam melalui media tanam berupa sekam padi saja,namun dapat ditanam juga pada media tanam seperti kardus.karena bahan yang satu ini sangat mudah didapatkan.
      
    Harga per kilo dari jamur merang ini berkisar antara 9.000 hingga 12.000 rupiah per kilogram bila melalui pengepul. Bila saja anda dapat menjual langsung kepada calon konsumen harganya pun dapat lebih tinggi lagi hingga tembus 20.000 per kilogram nya. Coba hitung bila penghasilan panen anda per hari mencapai 10Kg/hari maka penghasilan anda dalam satu bulan keuntungan yang dapat anda peroleh minimal adalah 3 juta rupiah. Wah tentu sangat menggiurkan bukan bisnis budidaya jamur merang ini?. Bila anda tertarik untuk mencoba menjadi pembudidaya berikut adalah tata cara membudidayakan jamur merang :

    Persiapan Lahan Budidaya Kumbung.
    Kumbung adalah sejenis bangunan / petak yang sengaja dibuat untuk kegiatan budidaya jamur,tidak hanya jamur merang kumbung juga dapat digunakan sebagai tempat budidaya jamur apapun.
    Bentuknya hampir mirip seperti rumah kaca,anda dapat membuat bangunan semi permanen dengan bahan bambu / besi dan dinding bisa menggunakan plastik. Bila anda ada modal lebih bisa juga membangun bangunan permanen. untuk permulaan anda dapat membuat bangunan ini dengan ukuran 6 meter x 4 meter dan dengan tinggi 3 meter. Didalam bangunan kumbung terdapat dua buah rak di kiri dan dikanan yang terbuat dari bambu,fungsi dari rak ini nantinya untuk menata media tanam,rak bisa dibuat hingga tiga tingkat atau disesuaikan dengan bentuk bangunan kumbung dan daya jangkau tangan ketika akan memanen .

    Bila anda memiliki keterbatasan modal cukup buat petakan kecil seperti kolam ikan saja untuk menaruh media tanam.



    Bahan Media Tanam :
  1. Jerami dan sekam padi.
  2. Air kapur sirih.
  3. daun kelapa anyam sebagai alas menata jerami diatas rak.

  4. Pembibitan Jamur Merang.
  5. Cari benih / bibit jamur merang pada tumpukan jerami sisa panen ( biasa disawah banyak ) atau anda dapat membeli bibit jamur merang ke penjual yang ada didaerah anda.
  6. Cincang kecil kecil jamur merang tersebut untuk dijadikan bibit,masukkan kedalam wadah dan sterilkan dengan cara menyiram dengan air hangat.
  7. Aduklah sekam padi kedalam wadah tadi kemudian tutup wadah tersebut dengan rapat dan biarkan berfermentasi selama kurang lebih 4 hari.
  8. Setelah proses fermentasi selesai,silahkan anda buka tutup wadah tersebut,silahkan anda perhatikan bila didalam terbentuk serat jaring laba laba berarti pembibitan berhasil. Namun bila tidak menemukan yang dimaksud berarti proses gagal dan anda harus mengulang prosesnya dari awal.

  9. Cara Budidaya jamur merang.
    Setelah semua persiapan selesai dibuat,saatnya anda mulai melakukan pengkomposan media tanam caranya adalah sebagai berikut :
  10. Campurkan bahan tanam berupa abu sekam,sekam padi serta jerami kemudian siram menggunakan air kapur sirih dan biarkan menjadi kompos selama kurang lebih 4 hari ( disebut proses pengkomposan ).
  11. Setelah proses kompos selesai,silahkan tata media tanam diatas bedengan yang sebelumnya telah dialasi setinggi plus minus 20cm dari permukaan lantai.
  12. Taburkan bibit yang telah anda buat tadi diatas permukaan kompos media tanam,setelah ditabur rata silahkan anda tutup lagi permukaan media tanam yang telah diberi bibit menggunakan sekam padi ( jangan terlalu tebal ).
  13. Setelah itu bisa anda siram dengan alat penyiram bunga atau sejenisnya setiap pagi dan sore hari selama satu minggu ( anda dapat menambahkan 2 sendok makan pupuk urea kedalam 20 liter air guna mempercepat tumbuhnya jamur.
  14. Dalam tempo 2 minggu setelah pembibitan maka akan tumbuh benih benih jamur merang.

  15. Proses Panen jamur merang.
    Dalam pemanenan,yang dipanen adalah jamur yang masih dalam keadaan kuncup,sehingga jangan sampai jamur merang ini tumbuh hingga mekar,setelah penutup kuncup robek saat itulah waktunya untuk memanen.

    Jamur merang bukanlah jenis bahan pangan yang dapat disimpan dengan waktu yang lama,dengan demikian setelah anda panen sebaiknya langsung anda jual atau anda olah menjadi asinan atau dikeringkan bila menginginkan masa simpan yang lama.

    Nah itulah tadi cara membudidayakan jamur merang,estimasi dalam setiap 45 kilogram media tanam jerami akan menghasilkan kurang lebih 14 kilogram jamur merang segar .

    sumber: 

Minggu, 21 Juni 2015

CARA PENGOLAHAAN GETAH PEPAYA

Cara menyadap Getah pepayaCara membuat enzim papain tidaklah begitu sukar jika mengetahui caranya. Pembuatan enzim papain di Indonesia belumlah terlalu populer. Karena itu Indonesia masih mengandalkan pasokan papain dari negara-negara penghasil enzim papain seperti India, Srilangka, meksiko, Brazil, dan masih banyak laginegara penghasil enzim papain dalam skala besar. Padahal enzim papainhampir di butuhkan di segala bidang industri. Untuk mengetahui manfaat dan kegunaan enzim papain silah baca di SINI. Khusus kali ini kami akan berbagi sedikit cara membuat enzim papain dari getah pepaya.
Langkah pertama dalam pembuatan enzim papain adalah memyadap getah dari pohon pepaya. Karena seperti kita ketahui, saat ini pepaya banyak mengandung enzim papain, terutama pada bagian buahnya yang masih muda. Berikut ini adalah cara mengambil getah pepaya atau cara menyadap getah pepaya:

Cara menyadap Getah Pepaya

  • Carilah buah yang masih mudah, yang berumur sekitar 2.5 - 3 bulan
  • Waktu menyadap yang baik adalah pada pagi hari yaitu sebelu matahari terbit sekitar pukul 05.30 - 08.00 atau pada sore hari sebelum matahari terbenam, yaitu sekitar pukul 17.30-18.30,
  • Torekan alat sadap pada kulit buah mulai dari pangkal menuju ujung buah sedalam 1-2 mm dengan jarak antar torehan 1-2 cm atau batasi hingga 5 torehan saja per buah.
  • Pasang wadah dari plastik di sekitar buah sebagai tempat untuk menampung getah, sebaiknya wadah sudah terpasang sebelum buah di toreh
  • Lakukan penyadapan setiap 4 hari sekali. Dan untuk alasan ekonomis, setiap buah sebaiknya hanya di sadap tidak lebih 7 kali sebelum buah di biarkan matang untuk di kosumsi buahnya.

Cara membuat Enzim Papain

Bahan dan alat yang perlu disipakan sebelum membuat enzim papain adalah menyiapkan bahan dan alat. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan enzim papain adalah: getah pepaya, air dan asam sulfit. Sedangkan alat yang dibutuhkan adalah baskom untuk mencampur getah, air dan sulfit, alat pengaduk, nampan plastik atau stainless steel untuk mengeringkan emulsi getah, alat giling, dan plastik. Cara mengolah getah pepaya menjadi enzim papain adalah sebagai berikut:
  • Larutkan sulfit kedalam air dengan kosentrasi 0,7%
  • Ukur banyaknya getah dengan menggunakan literan air untuk menentukan banyaknya larutan sulfit yang diperlukan,
  • Campurkan larutan sulfit kedalam getah dengan perbandingan 4:1, yaitu 4 larutan sulfit dan 1 getah pepaya.
  • Aduk campuran sulfit dan getah hingga terbentuk emulsi yang solid,
  • Tuangkan emulsi getah kedalam nampan dengan ketebalan 1 cm, lalu keringkan di bawah sinar matahari atau di dalam lemari pengering. Untuk pengeringan di bawah terik matahari biasanya di perlukan waktu sekitar 8 jam agar emulsi menjadi padat dan kering. Sedangkan jika di keringkan di dalam lemari pengering dengan suhu 55oC hanya di perlukan waktu sekitar 6 jam saja.
  • Setelah emulsi getah kering, akan terbentuk serpihan-serpihan tipis berwarna abu-abu kecoklatan. Tumbuk serpihan tersebut dengan alat giling hingga menjadi tepung lalu kemas dalam plastik, tutup rapat dan simpan untuk di gunakan sewaktu-waktu di butuhkan atau di jual jika banyak.
Itulah tadi cara muda menyadap getah papaya dan cara membuat enzim papain. Semoga bermanfaat…

sadur dari http://kbunq.blogspot.com

PELUANG BISNIS DONAT

Peluang Bisnis Donat - Bisnis kuliner memang tidak ada matinya, ini terbukti setiap saat pasti ada saja kreasi baru dalam bidang makanan entah itu dari bentuk, rasa, bahan yang di gunakan atau pun dari segi harga. Yang pasti dari sekian banyak jenis usaha, usaha kuliner lah yang memiliki prospek menjanjikan walauapun dalam tanda kutip banyak persaingan.

Saat ini jenis bisnis kuliner yang akan saya bagikan ialah bisnis kue donat, siapa sih yang tidak tahu dengan makanan yang memiliki bentuk bundar dan berlubang ini, makanan ini sangat mudah kita temui dan banyak sekali yang menjualnya. Namun kue donat menjadi salah satu makanan yang membosankan, terlebih jika bentuk dan rasa itu-itu saja.

Peluang Bisnis Kue Donat Usaha Kuliner Menjanjikan

Maka dari itu di perlukan suatu inovatif dan kratifitas tinggi agar kue donat yang akan kita jual memiliki bentuk dan rasa yang unik serta berbeda dengan donat pada umumnya. Saat ini memulai usaha donat juga tidak membutuhkan modal yang banyak, sehingga bisnis donat sendiri merupakan bisnis modal kecil yang menjanjikan.

Jika anda memang tertarik dengan usaha kuliner berjualan kue donat, langsung saja anda membaca beberapa hal di bawah ini.

Peluang Bisnis Kue Donat


1. Niat Bisnis Donat

Hal pertama yang wajib anda lakukan ialah niat berbisnis kue donat, karena tanpa ada niat meskipun memiliki modal yang banyak tidak akan pernah berhasil. Niatkan anda membukausaha kue donat ini karena anda tahu sendiri setelah anda melangkah maka akan banyak pesaing di luar sana yang juga menjual kue donat.

2. Variasi Kue Donat

Saat ini kue donat yang memiliki bentuk serta rasa standar tidak begitu di minati, karena konsumen merasa bosan dengan bentuk yang itu itu saja. Maka dari itu anda harus berani mengambil inisiatif untuk membuat donat dengan jenis yang berbeda, seperti donat bakar, donat keju, donat aneka rasa dan lain-lain yang bisa anda pikirkan sendiri.

3. Harga Kue Donat

Memiliki banyak variasi kue donat, anda harus pintar-pintar menentukan harga kue donat anda. Kalau bisa anda harus membuat beberapa variasi donat dengan harga yang juga bervariasi, ada yang mahal dan juga ada yang murah, tentunya saat menentukan harga, anda juga harus melihat dari segi biaya pembuatan donat tersebut.

4. Pemasaran

Mungkin hal terakhir yang harus anda lakukan ialah memasarkan produksi kue donat anda dengan tepat, ya pemasaran merupakan hal yang penting dalam sebuah bisnis. Anda dapat menjual kue donat di rumah anda, di titipkan di warung, kantin, di jajakan di tempat yang ramai atau bahkan anda dapat menerima pesanan pembuatan kue donat.
Sepertinya beberapa hal di atas sudah mewakili semua hal yang di perlukan saat berbisnis kue donat. Jika anda memang niat dengan usaha ini, maka segera lakukanlah dan terus berusaha saat menjalankannya. Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan kepada pembaca, semoga menginspirasi dan terimakasih telah membaca Usaha Kuliner Kue Donat Menjanjikan

Rejeki dari Papain

Untuk mendapatkan bahan baku papain, Tofan mengebunkan pepaya di Ploso, Kediri, Jawa Timur. Lahan seluas 2 ha berpopulasi 4.000 tanaman berjarak tanam 2 m x 2,5 m. Alumnus Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu menggunakan bibit berumur 3 bulan. Enam bulan kemudian, buah pepaya siap toreh hingga berumur 3 tahun. Sebatang tanaman berumur 9 -10 bulan terdapat 30 buah pepaya siap toreh. Dalam sebulan, hanya 250 tanaman yang siap sadap. Sebab, penanaman bertahap sehingga umur tanaman berbeda-beda.
Interval penorehan 5 hari sekali atau 5 kali selama 25 hari. Hasilnya 2 kg getah pepaya per tanaman selama 25 hari atau total jenderal 500 kg untuk 250 tanaman. Setelah diproses, getah itu menghasilkan papain kasar. Lantas, porsinya dibagi untuk ekspor ke Taiwan, pengiriman sampel ke berbagai tempat, dan pembuatan pelunak daging untuk memasok pasar lokal.
Kirim sampel
Dari 500 kg getah itu diolah menjadi crude papain (CP)alias papain mentah dengan pengeringan pada suhu 57,5 -60o C. Hasilnya, 100 kg CP. Menurut Tofan biaya produksi untuk menghasilkan 1 kg CP hanya Rp250.000. Itu sudah memperhitungkan sewa lahan, tenaga kerja, perawatan, panen, dan investasi. Papain mentah itulah yang diekspor ke Taiwan dengan volume rutin 20 kg per bulan.
Selebihnya?Pria 35 tahun itu mengirimkan 20 kg sampel ke berbagai importir dan perusahaan di dalam negeri. Sisa 60 kg ia kembangkan untuk pasar dalam negeri. Memang pasar ekspor (ke Taiwan)masih terbuka lantaran meminta 60 kg. Namun, Tofan memilih mencari pasar lain karena perdagangan dengan Taiwan kadang banyak kendala.
Pengiriman sampel dilakukan Tofan rutin setiap bulan sejak 2 tahun lalu seperti ketika ia memulai usaha papain. Begitulah cara Tofan membuka pasar ekspor. Hasilnya memang belum kelihatan, tapi ia yakin suatu ketika pasar ekspor dapat ditembusnya. Pasar Taiwan diperoleh setelah ia mengiklankan produknya di sebuah situs. Dalam waktu 30 hari penawaran datang.
Ia juga memasarkan rata-rata 60 kg CP sebagai pengempuk daging di pasar domestik. Selain berbahan CP, Tofan menambahkan tepung jagung, garam, dan dektrosa untuk membuat pengempuk daging. Dalam 1 kg pengempuk daging, ia hanya memerlukan 1 ons CP, 9 ons lain berupa bahan-bahan tadi.
Artinya dalam sebulan ia sanggup memasarkan 600 kg pengempuk daging ke berbagai pasar swalayan. Ia memperoleh harga Rp10. 000 per 7, 5 gram pengempuk daging -setelah dicampur dengan bahan lain. Laba yang ditangguk dari perniagaan pengempuk daging itu sekitar Rp1.300.000 per bulan.
Ia juga pernah mengekspor papain ke India dan Jepang selama 6 bulan. Volume ekspor masing-masing 20 kg per bulan dengan harga US$60. Harga itu lebih tinggi dibanding yang diterima produsen papain di Cina dan India. Mereka hanya menerima harga US$35 – US$$45. Sebab, nilai proteolitik papain produksi Tofan lebih tinggi, 1.500 -3.000 U/gram. Sedangkan nilai proteolitik papain India dan Jepang hanya 1.250 U/gram.
Semakin tinggi nilai proteolitik, kian cepat papain memecah protein sehingga harganya pun lebih mahal (baca:Getah Sejuta Manfaat , halaman 136 -137). Sayang, Jepang dan India menghentikan permintaan. Ia tak tahu penyebabnya karena transaksi dilakukan seorang perantara di Surabaya. Setahun lalu importir Cina minta pasokan rutin 2 ton/bulan. Tofan menolaknya karena getah pepaya, bahan baku papain, sulit didapatkan. Belum banyak pekebun yang menoreh buah.
Di Kediri, yang jadi sentra pepaya, paling hanya 4 orang, kata ayah satu putri itu. Harap mafhum, informasi getah papain jarang didengar petani. Ketika Trubus menyusuri sentra pepaya di Leles, Kabupaten Garut, banyak pekebun yang belum mengenal papain. Di sana pepaya dipetik mengkal untuk diolah menjadi manisan. Dengarlah pertanyaan seorang pekebun kepada Trubus, Batangnya yang disadap?
Ditinggal inti
Tak semua pekebun seberuntung Tofan. Rekannya Eko Sumaryanto malah kesulitan memasarkan papain. Awal 2005 Eko membeli 250 kg getah pepaya dari beberapa pekebun senilai Rp10-juta. Saat itu Eko meneken kontrak dengan sebuah perusahaan. Isinya: perusahaan itu akan membeli CP produksi Eko. Namun, apa lacur, setelah getah diolah – menjadi 50 kg crude papain -, perusahaan itu memutuskan kontrak. Eko akhirnya mengolah CP menjadi beragam produk seperti pengempuk daging, sabun, dan krim pencuci wajah. Pengempuk daging dikemas dalam botol 75 gram, dipasarkan dengan harga Rp6.000.
Hingga medio Februari 2006 -setahun setelah ia memulai usaha papain -, ia memasarkan 15. 000 botol. Saat ini penjualan rata-rata 2. 000 botol pengempuk daging per bulan. Produk itu memberikan omzet Rp12-juta atau laba bersih Rp6-juta per bulan. Konsumen pengempuk daging adalah pasar swalayan di Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Sedangkan untuk produk kosmetik, hingga Februari 2006, Eko memasarkan 500 botol, sebagian besar krim wajah, yang harganya Rp15.000 – Rp20.000.
Omzet yang diraih Eko dari penjualan kosmetik berbahan papain itu sekitar Rp7, 5-juta. Keuntungannya lebih besar daripada pengempuk daging, ujar Eko. Itulah sebabnya pria 37 tahun itu berniat melanjutkan bisnis papain itu lantaran pasar dalam negeri mulai terkuak. Sementara pasar ekspor terbentang luas. Setidaknya itulah pengakuan Edy Nugraha, produsen papain di Bandung, Jawa Barat.
Bermitra
Sejak 2 tahun lalu, Edy Nugraha rutin memasok 1 ton CP ke Belgia. Padahal permintaan mereka mencapai 5 ton per bulan, kata sarjana agribisnis alumnus Institut Pertanian Bogor. Trubus sempat mengirimkan surat elektronik kepada Petrik Deprez, importir Belgia yang rutin membeli papain produksi Edy. Sayang, hingga tulisan ini diturunkan jawaban itu belum datang.
Edy bermitra dengan beberapa pekebun pepaya di Sukabumi, Jawa Barat. Dari merekalah -total luas lahan 60 ha – kelangsungan bisnis Edy berlanjut hingga sekarang. Pekebun menyetor getah – harga jual saat ini Rp7. 000 per kg – kemudian diolah oleh Edy dengan natrium bisulfit. Biaya produksinya termasuk pembelian getah hanya Rp8. 000/kg, kata Edy. Setelah diblender, produk itu diserahkan kepada importir.
Nilai proteolitik papain Edy jauh di bawah Tofan, 300 -700 IU, karenanya harganya jauh lebih rendah. Ia menjualnya US$6 per kg untuk grade 300 -500 U/gram, sedangkan di atas 500 U/gram seharga US$12. Menurut Edy, papain produksinya dimurnikan kembali oleh Enzybel, perusahaan papain di Belgia. Dengan volume rata-rata 1 ton, laba yang diraihnya Rp49-juta per bulan. Edy mengatakan, selain dari Belgia, permintaan juga datang dari importir asal Amerika Serikat yang mencapai 40 ton per minggu. Sayang, produksinya belum memadai.
Edy mengendus peluang bisnis papain pada 4 tahun lalu. Saat itu ia bermitra dengan pekebun pepaya buah. Ia lantas mengubah orientasi bisnisnya begitu mengetahui margin papain lebih tinggi ketimbang pepaya buah. Empat tahun silam, harga sekilo pepaya di tingkat pekebun Rp150. Bobot sebuah pepaya rata-rata 3 kg sehingga total harganya Rp450. Tanpa pengalaman sebelumnya, ia megolah getah pepaya dengan microwave yang biasa digunakan ibunya untuk membuat kue.
Wajar jika mutu papain yang dihasilkan saat itu amat rendah. Warnanya kecokelatan sehingga kerap ditolak oleh importir. Saya orangnya tak gampang menyerah. Sudah saya jalani harus saya tuntaskan, katanya. Setelah beberapa kali mutu sampel ditingkatkan, pasar ekspor dapat diraih.
Lebih untung
PT Prime Agrotama Niaga (PAN) juga tengah merintis pasar ke Singapura. Twin Food, eksportir daging di negeri jiran, rencananya membutuhkan 10 ton papain per bulan. Untuk sementara PAN bermain di pasar domestik dengan memasok pengempuk daging di beberapa pasar swalayan. Wedy Aksana, direktur PAN mengatakan, penjualan rata-rata 2.000 dus per bulan. Sebuah dus terdiri atas 40 botol dengan volume 72 gram.
Sebagian produsen, memang menikmati laba berlimpah dari perniagaan papain. Pasar terbentang dan harga jual tinggi ketimbang jika memasarkan pepaya sebagai buah konsumsi. Lihatlah H Ota Rohata, pekebun pepaya buah di Sukabumi. Dari 1. 600 tanaman per ha, ia menuai 96 ton selama 1 tahun penanaman. Ia menjual ke Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rp500 per kg. Artinya, total pendapatannya Rp48-juta. Setelah dikurangi biaya produksi Rp16.250.000, ia mengantongi laba bersih Rp31.750.000.
Dengan demikian mengebunkan pepaya untuk disadap jauh lebih menguntungkan. Apalagi prospeknya memang aduhai. Kini keputusan di tangan Anda:memetik atau menyadap buah
Disadur dari : TRUBUS-Perkebunan-Laba di Balik Luka

di poskan 2008
saya masih berencana bisnis papain