Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

bisnis bakery

Langkah Memulai Bisnis Kue
Kini, setelah Anda memutuskan untuk mencoba bisnis ini, langkah awal adalah mulai untuk membuat perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Salah satu yang terpenting adalah menentukan harga jual kue. Bila terlalu mahal, tentu sedikit orang yang akan membeli ditambah lagi mereka masih belum tahu bagaimana rasa kue tersebut. Sebaliknya, bila terlalu murah, Anda akan menderita kerugian sehingga kelangsungan bisnis terancam.
Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam memulai bisnis ini adalah harga bahan baku kue, peralatan memasak yang perlu dibeli, biaya untuk promosi (cetak selebaran, diskon, contoh kue, dan lainnya), bagaimana teknik penjualan (apakah dengan menitipkan pada toko, di depan rumah atau dengan sewa tempat), teknik pengepakan agar kualitas kue tetap terjaga dan tidak rusak. Bila usaha ini sudah berjalan, perhitungkan juga biaya penyusutan dari peralatan masak karena semakin lama tentu peralatan memasak akan rusak, biaya operasional setiap bulan (biaya sewa, bayar pegawai, dan biaya lainnya), penerimaan per bulan, dan keuntungan yang diperoleh.
Sebagai seorang wiraswasta, Anda juga dituntut untuk kreatif agar mampu bersaing dengan pengusaha lainnya. Dalam bisnis ini, Anda dapat berkreativitas untuk menawarkan rasa yang berbeda, tampilan yang menarik atau dengan kemasan yang unik. Kontrol keuangan serta kualitas juga sangat penting. Jangan karena sudah laku, kualitas rasa atau kebersihan tidak terjaga sehingga Anda dapat ditinggalkan oleh konsumen. Secara periodik, evaluasi trend pasar dan harga agar kue Anda tetap dapat dinikmati dan harganya tetap terjangkau.
Membuka bisnis sendiri memang butuh upaya dan selalu penuh risiko. Namun, dengan berani mencoba, percaya diri, dan kreatifitas, Anda dapat mencoba mencicipi manisnya bisnis kue. Memulai usaha membuat kuedapat menjadi salah satu pilihan bagi para wanita yang ingin mencoba berwiraswasta atauwirausaha. Atau dapat pula dicoba oleh ibu rumah tangga yang ingin mendapat penghasilan tambahan. Bisnis ini sangat cocok untuk para wanita karena Anda dapat tetap mengawasi anak tercinta dan tidak kehilangan banyak waktu karena Anda dapat memulai bisnis ini di rumah. Untuk mencoba menjalankannya tidak terlalu sulit karena ternyata ada banyak kemudahan dalam bisnis ini.
Bisnis makanan memang tidak pernah mati. Saat terjadinya krisis ekonomi, bisnis ini tetap berjalan, karena bagaimana pun manusia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidup. Banyak pula pengusaha yang berhasil karena menekuni bisnis ini, mereka umumnya mulai dari kecil tetapi karena ketekunan, strategi yang baik, kreativitas, mereka dapat menikmati hasil yang baik. Tempat berjualannya bisa di berbagai tempat, mulai dari kawasan perumahan sampai mal yang mewah, berbagai kue dijajakan mulai dari roti, donat, cake, burger yang selalu dikunjungi.

Keuntungan Bisnis Kue

Mengapa memilih bisnis kue? Beberapa alasan berikut bisa menjadi pertimbangan Anda untuk mulai tertarik membuka bisnis kue.
  • Modal kecil

    Salah satu kendala yang sering dihadapi seseorang untuk mulai berwiraswasta adalah perlunya modal yang besar untuk memulainya. Tetapi, dalam bisnis kue ini, hanya dengan ratusan ribu saja Anda dapat memulai mencoba bisnis ini. Hal ini karena Anda hanya perlu membeli bahan baku kue yang harganya tidak mahal dan membuatnya menjadi kue yang layak untuk dijual.
  • Investasi yang diperlukan sedikit

    Dalam bisnis ini, investasi yang diperlukan untuk kelangsungan usaha adalah peralatan masak atau alat pemanggang seperti oven. Investasi hanya perlu sedikit, karena kebanyakan ibu rumah tangga sudah memiliki berbagai peralatan masak yang biasa digunakan sehari-hari. Maka, pemulai bisnis ini tidak perlu membeli lagi untuk memulai usaha menjual kue.
  • Mudah membuat kue

    Salah satu kendala yang dihadapi adalah merasa tidak berbakat untuk membuat kue atau tidak pandai memasak. Hal ini sebenarnya bukanlah kendala, karena membuat kue dapat dilakukan oleh siapa saja. Misalnya, Anda dapat mencoba menjual gorengan atau kue lain yang mudah dicoba. Belum lagi, kue tradisional yang banya disukai dan mudah dibuat. Anda dapat mencobanya dengan melihat buku resep yang bayak dijual di toko buku atau mengikuti kursus masak untuk menambah pengetahuan dan rasa percaya diri Anda.

    Saat ini kursus masak bukan hanya diikuti oleh orang yang mempunyai hobi masak, tetapi kebanyakan diikuti oleh orang yang ingin memulai usaha kuliner. Banyak pula para karyawati yang ingin menambah penghasilan dengan menjual hasil masakannya. Alternatif lain adalah dengan menggunakan paket kue yang sudah dijual atau ada pula yang membeli kue yang setengah atau sudah jadi dan Anda hanya perlu menghias untuk menambah daya tarik kue tersebut.
  • Pangsa pasar besar

    Kebiasan ngemil atau makan makanan kecil sangat umum di dalam masyarakat. Kebiasaan ini memberi keuntungan bagi para pengusaha kuliner. Kue biasa diperlukan dalam acara-acara seperti arisan, pesta, seminar atau saat kumpul keluarga. Anak-anak juga memerlukan bekal saat berangkat sekolah dan kue menjadi salah satu pilihan untuk mereka atau saat istirahat, anak sekolah umumnya membeli kue-kue untuk dimakan. Karyawan di kantor pun biasa membeli kue-kue untuk mengisi waktu senggang.
  • Risiko kecil
Khususnya untuk kue kering, apabila belum habis, kue tidak rusak dan masih dapat dijual sampai beberapa hari. Sedangkan, untuk kue basah memang risiko lebih besar karena mudah rusak, tetapi bila tidak habis dapat dinikmati untuk keluarga. Ini membuat risiko yang harus ditanggung tidak besar. Tetapi, memang diperlukan perhitungan kue yang dibuat agar tidak berlebih atau terbuang menjadi terlalu banyak.
  • Keuntungan besar

Bisnis kuliner memang menguntungkan. Anda dapat memperoleh keuntungan sampai 50%. Keuntungan yang tidak sedikit. Dapat dibayangkan bila usaha Anda maju dan memperoleh omzet yang besar, tentu keuntungan Anda dapat menunjang kehidupan keluarga. Jadi layak dipertimbangkan untuk mencobanya.

sumber:
http://kumpulan.info/uang/wirausaha/200-mencoba-manisnya-bisnis-kue.html

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

andard
Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.
Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Persiapan Penanaman Jamur Tiram

Sebelum melakukan penanaman, hal-hal yang menunjang budidaya jamur tiram harus sudah tersedia, diantaranya rumah kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. (Bisa Anda lihat di artikel Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram). Usahakan budidaya jamur tiram menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaat peralatan dapur.
Untuk mengoptimalkan hasil dalam usaha budidaya jamur tiram di dataran rendah dapat dilakukan dengan modifikasi terhadap bahan media dan takarannya, yakni dengan menambah atau mengurangi takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Dalam usaha skala kecil, eksperimen dalam menentukan takaran bahan media merupakan hal yang sangat penting guna memperoleh takaran yang pas. Hal ini mengingat jamur yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh berbeda tentu membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda pula tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media dan lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Sebagai media tumbuh jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi jamur. Kayu yang digunakan sebaiknya kayu keras karena serbuk gergaji kayu jenis tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan hasil panen jamur tiram.  Hal ini karena kayu keras banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh jamur. Jenis-jenis kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon, kayu kampung, dan kayu mahoni. Untuk mendapatkan serbuk kayu pembudidaya harus memperolehnya ditempat penggergajian kayu. Sebelum digunakan sebagai media biasanya sebuk kayu harus dikompos terlebih dahulu agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh jamur. Proses pengomposan serbuk kayu dilakukan dengan cara menutupnya menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari. Pengomposan berlangsung dengan baik jika terjadi kenaikan suhu sekitar 50 derajat C.
Alternatif bahan yang bisa digunakan untuk mengganti serbuk kayu adalah berbagai macam ampas, misal ampas kopi, ampas kertas, ampas tebu, dan ampas teh. Namun, berdasarkan pengalaman petani jamur tiram di dataran rendah, media yang baik untuk digunakan tetap serbuk gergaji kayu.
Media berupa dedak/bekatul dan tepung jagung berfungsi sebagai substrat dan penghasil kalori untuk pertumbuhan jamur. Sebelum membeli dedak dan tepung jagung, sebaiknya pastikan dahulu bahan-bahan tersebut masih baru. Jika memakai bahan yang sudah lama dikhawatirkan sudah terjadi fermentasi yang dapat berakibat pada tumbuhnya jenis jamur yang tidak dikehendaki. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan dedak maupun teung jagung memberikan kualitas hasil jamur yang sama karena kandungan nutrisi kedua bahan tersebut mirip. Namun, penggunaan dedak dianggap lebih efisien karena bisa memangkas biaya dan cenderung mudah dicari karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kapur (CaCo3) berfungsi sebagai sumber mineral dan pengatur pH. Kandungan Ca dalam kapur dapat menetralisir asam yang dikeluarkan meselium jamur yang juga bisa menyebabkan pH media menjadi rendah.
Wadah yang digunakan untuk meletakkan campuran media adalah kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Adapun komposisi media semai adalah serbuk gergaji 100 kg; tepung jagung 10 kg; dedak halus atau bekatul 10 kg; kompos 0,5 kg; kapur (CaCo3) 0,5 kg; dan air 50-60%. Ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penanaman bibit jamur, yaitu sterilisasi bahan dan sterilisasi baglog.

Sterilisasi Bahan

Sebelum dicampur dengan media lain, serbu kayu dan dedak disterilisasi terlebih dahulu menggunakan oven selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat C. Dengan sterilisasi tersebut selain mengurangi mikroorganisme penyebab kontaminsasi juga menguranngi kadar air pada serbuk gergaji kayu. Dengan demikian, media menjadi lebih kering. Kedua bahan tersebut kemmudian dicampur dan diberi air sekitar 50—60% hingga adonan menjadi kalis dan bisa dikepal. Air berfungsi dalam penyerapan nutrisi oleh miselium. Air yang digunakan harus air bersih untuk mengurangi resiko kontaminasi organisme lain dalam media. Dalam memasukkan media ke dalam plastik, media harus benar-benar padar agar jamur yang dihasilkan bisa banyak. Jadi pastikan bahwa bahan-bahan telah cukup padat di dalam plastik dengan cara menekan—nekan adonan hingga benar-benar padat, kemudian bagian atas kantong dipasang cincin paralon dan selanjutnya kantong plastik ditutup dengan sumbat kapas dan diikat dengan karet.

Sterilisasi Baglog

Sterilisasi baglog dilakukan dengan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave atau streamer, dapat menggunakan drum dengan kapasitas besar atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga menggunakan oven. Memang, sterilisasi baglog menggunakan drum memakan waktu lebih lama, yaitu sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih menghemat biaya.
Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan alat sterilisasi dan membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.

PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN JAMUR TIRAM

Salah satu penentu keberhasilan budidaya jamur tiram adalah kebersihan dalam melakukan proses budidayanya, baik kebersihan tempat, alat, maupun pekerjanya. Hal ini karena kebersihan adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Untuk itu, tempat untuk penanaman sebaiknya harus dibersihkan dahulu dengan sapu, lantai dan dindingnya dibersihkan menggunakan disinfektan. Alat yang digunakan untuk menanam juga harus disterilisasi menggunakan alkohol dan dipanaskan di atas api lilin. Selain itu, selama melakukan penanaman para pekerja juga idealnya menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.
Dalam budidaya jamur tiram hal yang juga harus diperhatikan adalah menjaga suhu dan kelembaban ruang agar tetap pada standar yang dibutuhkan. Jika cuaca lebih kering, panas, atau berangin, tentu akan mempengaruhi suhu dan kelembaban dalam kumbung sehingga air cepat menguap. Bila demikian, sebaiknya frekuensi penyiraman ditingkatkan. Jika suhu terlalu tinggi dan kelembaban kurang, bisa membuat tubuh jamur sulit tumbuh atau bahkan tidak tumbuh. Oleh karena itu, atur juga sirkulasi udara di dalam kumbung agar jamur tidak cepat layu dan mati. Pengaturan sirkulasi dapat dilakukan dengan cara menutup sebagian lubang sirkulasi ketika angin sedang kencang. Sirkulasi dapat dibuka semua ketika angin sedang dalam kecepatan normal. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun jamur itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yang satu dan yang lain, serangan hama penyakit kemungkinan dapat berbeda-beda.

HAMA PENYAKIT JAMUR TIRAM

Ulat

Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran dari sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tida bersih.
Hama ulat muncul ketika kelembaban udara berlebihan. Oleh sebab itu, hama ulat sering dijumpai ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya dengan membuka lubang sirkulasi dan untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.
Pangkal jamur yang tertinggal di baglog saat pemanenan dapat menimbulkan binatang kecil seperti kepik. Kepik inilah yang menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara jamur yang tidak terpanen kemungkinan terjadi karena jamur tidak muncul keluar sehingga luput saat pemanenan dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan baglog telah dipastikan kebersihannya sehingga tidak ada pangkal atau batang dan jamur yang tidak terpanen.
Ulat bisa saja muncul karena rumah kumbung ataupun sekitar kumbung tidak berseih. Misalnya adanya kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.
Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan rumah kumbung dan sekitar rumah kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

Semut, Laba-laba, dan Kleket (sejenis moluska)

Secara mekanis hama semut dan laba-laba dapat diatasi dengan membongkar sarangnya dan menyiramnya dengan minyak tanah. Sedangkan secara kimia hama tersebut dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Cara ini merupakan cara terakhir dan usahakan untuk menghindari penggunaan insektisida jika serangan tidak parah karena produk jamur merupakan produk organik. Keuntungan jika pemberantasan hama serangga dilakukan dengan cara mekanis antara lain, dapat memangkas biaya selama perawatan dan juga ramah lingkungan. Sementara itu hama kleket kerap dijumpai pada mulut baglog. Untuk mengendalikannya juga dilakukan dengan cara mekanis, yaitu mengambilnya dengan tangan.

TUMBUHNYA CENDAWAN ATAU JAMUR LAIN

Jamur lain yang kerap mengganggu jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada substrat atau baglog. Serangan jamur-jamur tersebut bersifat patogen yang ditandai dengan timbulnya miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada substrat. Miselium-miselium tersebut mengakibatkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini dapat disebabkan karena lingkungan dan peralatan saat pembuatan media penanaman kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan ketika pembuatan media dan penanaman perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga diatur agar tidak berlebihan. Penyakit ini dapat menyerang baglog yang sudah dibuka ataupun masih tertutup. Jika baglog sudah terserang maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan cara dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar.
Tangkai Memanjang
Penyakit ini merupakan penyakit fisiologis yang ditandai dengan tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur kecil tidak dapat berkembang maksimal. Penyakit tangkai memanjang disebabkan karena kelebihan CO2 akibat ventilasi udara yang kurang sempurna. Agar tidak terserang penyakit ini harus dilakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin.

PANEN DAN PASCA PANEN

Pemanenan merupakan kegiatan budidaya yang selalu dinantikan oleh pelaku usaha. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka penanaman selama panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik.

Waktu dan Cara Panen Jamur Tiram

Jamur tiram termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 4o hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Perkembangan tubuh buah jamur tiram yang maksimal ditandai pula dengan meruncngnya bagian tepi jamur. Kriteria jamur yang layak untuk dipanen adalah jamur yang berukuran cukup besar dan bertepi runcing tetapi belum mekar penuh atau belum pecah. Jamur dengan kondisi demikian tidak mudah rusak jika dipanen. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika produk dipasarkan, misalnya keseragaman berat dan ukuran jamur tiram.

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram

Penanganan yang dilakukan usai pemanenan jamur tiram bertujuan untuk menciptakan hasil akhir yang berkualitas sehingga sesuai dengan permintaan pasar. Berikut beberapa tahapan agar produk jamur tiram yang dihasilkan berkualitas baik.

Penyortiran

Jamur yang telah dipanen harus segera dicuci dengan air bersih, kemudian bagian tubuh buahnya dipisahkan deri pangkalnya. Proses pencucian dan pemisahan ini penting untuk dilakukan karena bila selama proses budidaya petani menggunakan pestisida, biasaya racun pestisida akan mengendap pada bagian pangkal dan masih memungkinkan terdapat residu yang tertinggal pada tubuh buah. Setelah diyakini kebersihannya, proses sortasi dilakukan untuk mengelompokkan jamur tiram berdasarkan bentuk dan ukurannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang seragam sehingga akan menarik minat konsumen saat dipasarkan.

Pengemasan dan Transportasi Hasil Panen Jamur Tiram

Pengemasan jamur tiram segar biasanya menggunakan plastik kedap udara. Semakin sedikit udara yang ada di dalam plastik, jamur tiram semakin tahan lama untuk disimpan. Namun, idealnya penyimpanan dengan plastik kedap udara hanya dapat mempertahankan kesegaran jamur tiram selama 2-4 hari. Oleh karena itu, agar jamur tiram segar yang dijual tetap dalam kondisi baik, proses pengangkutan/transportasi tidak boleh terlalu lama dari proses pengemasannya. Seandainya jarak pengangkutan cukup jauh, sebaiknya alat transportasi dilengkapi dengan ruangan berpendingin. 

sumber:
https://penjagagunung.wordpress.com/2013/05/30/teknik-dan-cara-budidaya-jamur-tiram/

Senin, 22 Juni 2015

Budidaya Jamur merang

    Hasil gambar untuk jamur merang media kardus


    Budidaya Jamur merang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita karena tumbuhan ini sering disajikan dalam menu menu makanan kelas menengah atas,walau sebenarnya kuliner berbahan jamur merang ini juga digemarinya namun hanya beberapa saja yang menyediakan menu andalan ini.

    Jamur merang memiliki nama latin Volvariella Volvacea ini disebut dengan nama jamur merang karena pada jaman dahulu banyak sekali ditemukan tumbuh diatas sisa sekam padi hasil penggilingan,yang kemudian dicoba untuk dijadikan bahan makanan. Karena rasanya yang enak,kenyal serta bernilai nutrisi tinggi inilah yang kemudian banyak orang membudidayakan jamur merang .

    Seiring bergantinya waktu dan tehnik budidaya,jamur merang ini tidak hanya dapat ditanam melalui media tanam berupa sekam padi saja,namun dapat ditanam juga pada media tanam seperti kardus.karena bahan yang satu ini sangat mudah didapatkan.
      
    Harga per kilo dari jamur merang ini berkisar antara 9.000 hingga 12.000 rupiah per kilogram bila melalui pengepul. Bila saja anda dapat menjual langsung kepada calon konsumen harganya pun dapat lebih tinggi lagi hingga tembus 20.000 per kilogram nya. Coba hitung bila penghasilan panen anda per hari mencapai 10Kg/hari maka penghasilan anda dalam satu bulan keuntungan yang dapat anda peroleh minimal adalah 3 juta rupiah. Wah tentu sangat menggiurkan bukan bisnis budidaya jamur merang ini?. Bila anda tertarik untuk mencoba menjadi pembudidaya berikut adalah tata cara membudidayakan jamur merang :

    Persiapan Lahan Budidaya Kumbung.
    Kumbung adalah sejenis bangunan / petak yang sengaja dibuat untuk kegiatan budidaya jamur,tidak hanya jamur merang kumbung juga dapat digunakan sebagai tempat budidaya jamur apapun.
    Bentuknya hampir mirip seperti rumah kaca,anda dapat membuat bangunan semi permanen dengan bahan bambu / besi dan dinding bisa menggunakan plastik. Bila anda ada modal lebih bisa juga membangun bangunan permanen. untuk permulaan anda dapat membuat bangunan ini dengan ukuran 6 meter x 4 meter dan dengan tinggi 3 meter. Didalam bangunan kumbung terdapat dua buah rak di kiri dan dikanan yang terbuat dari bambu,fungsi dari rak ini nantinya untuk menata media tanam,rak bisa dibuat hingga tiga tingkat atau disesuaikan dengan bentuk bangunan kumbung dan daya jangkau tangan ketika akan memanen .

    Bila anda memiliki keterbatasan modal cukup buat petakan kecil seperti kolam ikan saja untuk menaruh media tanam.



    Bahan Media Tanam :
  1. Jerami dan sekam padi.
  2. Air kapur sirih.
  3. daun kelapa anyam sebagai alas menata jerami diatas rak.

  4. Pembibitan Jamur Merang.
  5. Cari benih / bibit jamur merang pada tumpukan jerami sisa panen ( biasa disawah banyak ) atau anda dapat membeli bibit jamur merang ke penjual yang ada didaerah anda.
  6. Cincang kecil kecil jamur merang tersebut untuk dijadikan bibit,masukkan kedalam wadah dan sterilkan dengan cara menyiram dengan air hangat.
  7. Aduklah sekam padi kedalam wadah tadi kemudian tutup wadah tersebut dengan rapat dan biarkan berfermentasi selama kurang lebih 4 hari.
  8. Setelah proses fermentasi selesai,silahkan anda buka tutup wadah tersebut,silahkan anda perhatikan bila didalam terbentuk serat jaring laba laba berarti pembibitan berhasil. Namun bila tidak menemukan yang dimaksud berarti proses gagal dan anda harus mengulang prosesnya dari awal.

  9. Cara Budidaya jamur merang.
    Setelah semua persiapan selesai dibuat,saatnya anda mulai melakukan pengkomposan media tanam caranya adalah sebagai berikut :
  10. Campurkan bahan tanam berupa abu sekam,sekam padi serta jerami kemudian siram menggunakan air kapur sirih dan biarkan menjadi kompos selama kurang lebih 4 hari ( disebut proses pengkomposan ).
  11. Setelah proses kompos selesai,silahkan tata media tanam diatas bedengan yang sebelumnya telah dialasi setinggi plus minus 20cm dari permukaan lantai.
  12. Taburkan bibit yang telah anda buat tadi diatas permukaan kompos media tanam,setelah ditabur rata silahkan anda tutup lagi permukaan media tanam yang telah diberi bibit menggunakan sekam padi ( jangan terlalu tebal ).
  13. Setelah itu bisa anda siram dengan alat penyiram bunga atau sejenisnya setiap pagi dan sore hari selama satu minggu ( anda dapat menambahkan 2 sendok makan pupuk urea kedalam 20 liter air guna mempercepat tumbuhnya jamur.
  14. Dalam tempo 2 minggu setelah pembibitan maka akan tumbuh benih benih jamur merang.

  15. Proses Panen jamur merang.
    Dalam pemanenan,yang dipanen adalah jamur yang masih dalam keadaan kuncup,sehingga jangan sampai jamur merang ini tumbuh hingga mekar,setelah penutup kuncup robek saat itulah waktunya untuk memanen.

    Jamur merang bukanlah jenis bahan pangan yang dapat disimpan dengan waktu yang lama,dengan demikian setelah anda panen sebaiknya langsung anda jual atau anda olah menjadi asinan atau dikeringkan bila menginginkan masa simpan yang lama.

    Nah itulah tadi cara membudidayakan jamur merang,estimasi dalam setiap 45 kilogram media tanam jerami akan menghasilkan kurang lebih 14 kilogram jamur merang segar .

    sumber: 

Minggu, 21 Juni 2015

CARA PENGOLAHAAN GETAH PEPAYA

Cara menyadap Getah pepayaCara membuat enzim papain tidaklah begitu sukar jika mengetahui caranya. Pembuatan enzim papain di Indonesia belumlah terlalu populer. Karena itu Indonesia masih mengandalkan pasokan papain dari negara-negara penghasil enzim papain seperti India, Srilangka, meksiko, Brazil, dan masih banyak laginegara penghasil enzim papain dalam skala besar. Padahal enzim papainhampir di butuhkan di segala bidang industri. Untuk mengetahui manfaat dan kegunaan enzim papain silah baca di SINI. Khusus kali ini kami akan berbagi sedikit cara membuat enzim papain dari getah pepaya.
Langkah pertama dalam pembuatan enzim papain adalah memyadap getah dari pohon pepaya. Karena seperti kita ketahui, saat ini pepaya banyak mengandung enzim papain, terutama pada bagian buahnya yang masih muda. Berikut ini adalah cara mengambil getah pepaya atau cara menyadap getah pepaya:

Cara menyadap Getah Pepaya

  • Carilah buah yang masih mudah, yang berumur sekitar 2.5 - 3 bulan
  • Waktu menyadap yang baik adalah pada pagi hari yaitu sebelu matahari terbit sekitar pukul 05.30 - 08.00 atau pada sore hari sebelum matahari terbenam, yaitu sekitar pukul 17.30-18.30,
  • Torekan alat sadap pada kulit buah mulai dari pangkal menuju ujung buah sedalam 1-2 mm dengan jarak antar torehan 1-2 cm atau batasi hingga 5 torehan saja per buah.
  • Pasang wadah dari plastik di sekitar buah sebagai tempat untuk menampung getah, sebaiknya wadah sudah terpasang sebelum buah di toreh
  • Lakukan penyadapan setiap 4 hari sekali. Dan untuk alasan ekonomis, setiap buah sebaiknya hanya di sadap tidak lebih 7 kali sebelum buah di biarkan matang untuk di kosumsi buahnya.

Cara membuat Enzim Papain

Bahan dan alat yang perlu disipakan sebelum membuat enzim papain adalah menyiapkan bahan dan alat. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan enzim papain adalah: getah pepaya, air dan asam sulfit. Sedangkan alat yang dibutuhkan adalah baskom untuk mencampur getah, air dan sulfit, alat pengaduk, nampan plastik atau stainless steel untuk mengeringkan emulsi getah, alat giling, dan plastik. Cara mengolah getah pepaya menjadi enzim papain adalah sebagai berikut:
  • Larutkan sulfit kedalam air dengan kosentrasi 0,7%
  • Ukur banyaknya getah dengan menggunakan literan air untuk menentukan banyaknya larutan sulfit yang diperlukan,
  • Campurkan larutan sulfit kedalam getah dengan perbandingan 4:1, yaitu 4 larutan sulfit dan 1 getah pepaya.
  • Aduk campuran sulfit dan getah hingga terbentuk emulsi yang solid,
  • Tuangkan emulsi getah kedalam nampan dengan ketebalan 1 cm, lalu keringkan di bawah sinar matahari atau di dalam lemari pengering. Untuk pengeringan di bawah terik matahari biasanya di perlukan waktu sekitar 8 jam agar emulsi menjadi padat dan kering. Sedangkan jika di keringkan di dalam lemari pengering dengan suhu 55oC hanya di perlukan waktu sekitar 6 jam saja.
  • Setelah emulsi getah kering, akan terbentuk serpihan-serpihan tipis berwarna abu-abu kecoklatan. Tumbuk serpihan tersebut dengan alat giling hingga menjadi tepung lalu kemas dalam plastik, tutup rapat dan simpan untuk di gunakan sewaktu-waktu di butuhkan atau di jual jika banyak.
Itulah tadi cara muda menyadap getah papaya dan cara membuat enzim papain. Semoga bermanfaat…

sadur dari http://kbunq.blogspot.com