Selasa, 13 Maret 2018

Mengetahui kelemahan sendiri

Barusan Saya kencing di toilet bandara, gak sengaja ada tulisan begini, pake bahasa Inggris, artinya:

"Aku kuat karena aku tahu kelemahanku...".

Sepintas tulisannya biasa aja, tapi kalau dicermati lebih dalam, ada pesan tersirat yang bisa diambil.

Ya, seseorang akan jadi makin kuat & hebat jika tahu kelemahannya.

Banyak orang di dunia, mereka hanya tahu kekuatan dirinya saja, tanpa pernah mencari tahu kelemahannya. Padahal, kalau benar-benar ingin jadi orang hebat, kita pun harus berusaha keras menggali dan menyadari kekurangan kita.

"Lho kang, bukannya kita harus fokus ke kekuatan?"

Yes, memang. Tapi bukan berarti mengabaikan kelemahan.

Kita harus berusaha mencari tahu kelemahan kita agar kelemahan tersebut bisa diisi oleh kehadiran seseorang, entah itu pasangan, partner, atau tim kita.

Saya pribadi punya banyak kelemahan. Dan Saya bersyukur karena Saya menyadari hal itu.

Karenanya, di setiap bisnis yang Saya bangun, selalu ada partner dan tim bisnis yang membersamai. Dan sudah dipastikan, keberadaan mereka akan mengisi sisi lemah (kelemahan) Saya.

Maka saran Saya, dalam mencari partner bisnis, carilah yang "terbalik".  Maksudnya?

Terbalik kepribadiannya.
Terbalik kemampuannya.

Disinilah fungsinya bersinergi.

Kelemahan Anda akan ditutup oleh kekuatan partner Anda. Sementara kekuatan Anda akan menutupi kelemahan partner Anda. Kebayang?

Yang satu ngotot, yang satu nyantai. Yang satu ngegas, yang satu ngerem. Yang satu jago jualan, yang satu jago produksi.

Pokoknya, saling mengisi dan melengkapi.

Hayo, sekarang cek lagi, apakah partner Anda sudah begitu?

Termasuk, pertanyaan sebaliknya, apakah keberadaan Anda sudah menutupi kelemahan partner Anda?

Apapun jawabannya, semoga bisnis Anda bisa langgeng dan manfaat buat banyak orang ya!

Semoga kita semua bisa dipertemukan dengan partner terbaik pilhan-Nya. Aaamiin...

Senin, 05 Maret 2018

Proyek Akhirat

Masing-masing kita baiknya punya proyek akhirat. Dan kita-lah yang jadi pimpro-nya.

Mungkin proyek itu bernama:
- panti asuhan
- klinik sosial
- sekolah sosial
- rumah singgah
- rumah ibadah

Tak cukup sedekah tenaga. Pastikan sedekah uang juga.

Menariknya, UANG bisa membeli kebahagiaan jika Anda habiskan dengan cara yang benar. Salah satunya dengan berbagi. Demikianlah pesan profesor psikologi dari University of British Columbia, Elizabeth Dunn, setelah melalui penelitian yang mendalam.

Menariknya, penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain bisa membuat hati lebih bahagia ketimbang membeli barang-barang. Ya, membuat hati bahagia.

Anda boleh menyebutnya sedekah, berbagi, donasi, charity, atau apa saja. Yang penting, dilakukan dengan segera dan berkelanjutan. Pada akhirnya, mari tuntaskan proyek kita. Jangan sampai mangkrak!

( Tebar inspirasi seperti ini setiap harinya. Ajak keluarga dan sahabat kita bergabung ke channel Telegram @ipphoright atau minta mereka klik telegram.me/ipphoright )