- Jerami dan sekam padi.
- Air kapur sirih.
- daun kelapa anyam sebagai alas menata jerami diatas rak.
- Cari benih / bibit jamur merang pada tumpukan jerami sisa panen ( biasa disawah banyak ) atau anda dapat membeli bibit jamur merang ke penjual yang ada didaerah anda.
- Cincang kecil kecil jamur merang tersebut untuk dijadikan bibit,masukkan kedalam wadah dan sterilkan dengan cara menyiram dengan air hangat.
- Aduklah sekam padi kedalam wadah tadi kemudian tutup wadah tersebut dengan rapat dan biarkan berfermentasi selama kurang lebih 4 hari.
- Setelah proses fermentasi selesai,silahkan anda buka tutup wadah tersebut,silahkan anda perhatikan bila didalam terbentuk serat jaring laba laba berarti pembibitan berhasil. Namun bila tidak menemukan yang dimaksud berarti proses gagal dan anda harus mengulang prosesnya dari awal.
- Campurkan bahan tanam berupa abu sekam,sekam padi serta jerami kemudian siram menggunakan air kapur sirih dan biarkan menjadi kompos selama kurang lebih 4 hari ( disebut proses pengkomposan ).
- Setelah proses kompos selesai,silahkan tata media tanam diatas bedengan yang sebelumnya telah dialasi setinggi plus minus 20cm dari permukaan lantai.
- Taburkan bibit yang telah anda buat tadi diatas permukaan kompos media tanam,setelah ditabur rata silahkan anda tutup lagi permukaan media tanam yang telah diberi bibit menggunakan sekam padi ( jangan terlalu tebal ).
- Setelah itu bisa anda siram dengan alat penyiram bunga atau sejenisnya setiap pagi dan sore hari selama satu minggu ( anda dapat menambahkan 2 sendok makan pupuk urea kedalam 20 liter air guna mempercepat tumbuhnya jamur.
- Dalam tempo 2 minggu setelah pembibitan maka akan tumbuh benih benih jamur merang.
Budidaya Jamur merang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita karena tumbuhan
ini sering disajikan dalam menu menu makanan kelas menengah atas,walau
sebenarnya kuliner berbahan jamur merang ini juga digemarinya namun hanya
beberapa saja yang menyediakan menu andalan ini.
Jamur merang
memiliki nama latin Volvariella Volvacea ini disebut dengan nama jamur merang
karena pada jaman dahulu banyak sekali ditemukan tumbuh diatas sisa sekam padi
hasil penggilingan,yang kemudian dicoba untuk dijadikan bahan makanan. Karena
rasanya yang enak,kenyal serta bernilai nutrisi tinggi inilah yang kemudian
banyak orang membudidayakan jamur merang .
Seiring bergantinya
waktu dan tehnik budidaya,jamur merang ini tidak hanya dapat ditanam melalui
media tanam berupa sekam padi saja,namun dapat ditanam juga pada media tanam
seperti kardus.karena bahan yang satu ini sangat mudah didapatkan.
Harga
per kilo dari jamur merang ini berkisar antara 9.000 hingga 12.000 rupiah per
kilogram bila melalui pengepul. Bila saja anda dapat menjual langsung kepada
calon konsumen harganya pun dapat lebih tinggi lagi hingga tembus 20.000 per
kilogram nya. Coba hitung bila penghasilan panen anda per hari mencapai
10Kg/hari maka penghasilan anda dalam satu bulan keuntungan yang dapat anda
peroleh minimal adalah 3 juta rupiah. Wah tentu sangat menggiurkan bukan
bisnis budidaya jamur merang ini?. Bila anda tertarik untuk mencoba menjadi
pembudidaya berikut adalah tata cara
membudidayakan jamur merang :
Persiapan Lahan Budidaya Kumbung.
Kumbung adalah
sejenis bangunan / petak yang sengaja dibuat untuk kegiatan budidaya
jamur,tidak hanya jamur merang kumbung juga dapat digunakan sebagai tempat
budidaya jamur apapun.
Bentuknya hampir
mirip seperti rumah kaca,anda dapat membuat bangunan semi permanen dengan
bahan bambu / besi dan dinding bisa menggunakan plastik. Bila anda ada modal
lebih bisa juga membangun bangunan permanen. untuk permulaan anda dapat
membuat bangunan ini dengan ukuran 6 meter x 4 meter dan dengan tinggi 3
meter. Didalam bangunan kumbung terdapat dua buah rak di kiri dan dikanan yang
terbuat dari bambu,fungsi dari rak ini nantinya untuk menata media tanam,rak
bisa dibuat hingga tiga tingkat atau disesuaikan dengan bentuk bangunan
kumbung dan daya jangkau tangan ketika akan memanen .
Bila anda memiliki
keterbatasan modal cukup buat petakan kecil seperti kolam ikan saja untuk
menaruh media tanam.
Bahan Media Tanam :
Pembibitan Jamur Merang.
Cara Budidaya
jamur merang.
Setelah semua
persiapan selesai dibuat,saatnya anda mulai melakukan pengkomposan media tanam
caranya adalah sebagai berikut :
Proses Panen jamur merang.
Dalam
pemanenan,yang dipanen adalah jamur yang masih dalam keadaan kuncup,sehingga
jangan sampai jamur merang ini tumbuh hingga mekar,setelah penutup kuncup
robek saat itulah waktunya untuk memanen.
Jamur merang
bukanlah jenis bahan pangan yang dapat disimpan dengan waktu yang lama,dengan
demikian setelah anda panen sebaiknya langsung anda jual atau anda olah
menjadi asinan atau dikeringkan bila menginginkan masa simpan yang lama.
Nah itulah tadi
cara membudidayakan jamur merang,estimasi dalam setiap 45 kilogram media tanam
jerami akan menghasilkan kurang lebih 14 kilogram jamur merang segar .
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar